Maandag, 17 Junie 2013

Ruang Lingkup Planetarium dan Observatorium Jakarta

Planetarium Jakarta


“Kita sebagai bangsa yang baru lahir kembali, kita harus dengan cepat sekali, cepat, chek up mengejar kebelakangan kita ini, mengejar disegala lapangan. Lapangan politik kita kejar, lapangan ekonomi kita kejar, lapangan ilmu pengetahuan kita kejar, agar supaya kita benar-benar didalam waktu yang singkat bisa bernama Bangsa Indonesia yang besar, yang pantas menjadi mercusuar daripada umat manusia di dunia” (Soekarno, 1964, saat pemancangan tiang pertama Planetarium Jakarta).



Kota Jakarta sudah dikenal sebagai kota yang metropolitan dan padat dengan bangunan-bangunan bahkan gedung tinggi. Sangat jarang sekali bisa ditemukan objek wisata karena ada masa modern ini Indonesia semain dipenuhi dengan bioskop, hotel, dan sebagainya. Ada salah satu lokasi yang bagus untuk dikunjungi yaitu Planetarium dan Observatorium Jakarta.

Planetarium dan Observatorium Jakarta merupakan sarana wisata pendidikan yang menyajikan simulasi perbintangan atau benda-benda langit. Tempatnya terletak di Jalan Cikini Raya no 37, Jakarta Pusat (atau biasa dikenal dengan nama Taman Ismail Marzuki). Di Planetarium ini pengunjung diajak mengembara di jagad raya untuk memahami konsep tentang alam semesta melalui acara demi acara. 

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Planetariun dan Observatorium Jakarta berusaha mewujudkan kepedulian kepada masyarakat terutama pada pelajar atau mahasiswa dalam dunia pendidikan, khusunya meningkatkan Ilmu Pengetahuan Astronomi di luar kurikulum sekolah. Serta turutnya mencerdaskan masyarakat dengan memberikan pelayanan professional.

Planetarium salah satu tonggak sejarah bagi Dunia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), khususnya,  dibidang Astronomi. Pembangunan Planetarium merupakan gagasan oleh Presiden Republik Indonesia pertama, Bung Karno. Gagasan awalnya adalah agar bangsa Indonesia tidak ketinggalan dalam dunia IPTEK , yaitu pengetahuan tentang benda-benda langit yang ada dalam jagad raya ini. Beliau juga berharap dengan adanya Planetarium ini masyarakat tidak lagi mempercayai takhyul terkait dengan fenomena astronomi. Contoh saja dulu hari-hari yang dikatikan dengan bulan, matahari dan sebagainya. Sunday (hari minggu) konon menurut cerita metodologi  hari yang dikuasai oleh Dewa Matahari, lalu ada Monday (hari ke 2) di ambil dari kata “moon” merupakan hari yang dikuasai bulan dan sebagainya. Planet-planet pun dikaitkan dengan dewa-dewi, seperti Jupiter itu Mahadewa, kemudian ada Mars yang bewarna merah adalah Dewa Perang.  Beliau juga mengatakan Planetarium ini merupakan satu hal yang sangat penting bagi National Buliding kita.

Gagasan Bung Karno dalam pembangunan Planetarium selain sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan juga sebagai tempat rekreasi atau wisata edukasi pusat Jakarta, juga bukan secara kebetulan tetapi sudah menjadi pemikiran yang strategis , bahwa masyarakat diajak menjelajah alam semesta untuk mengagumi kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.

Berdasarkan amanatnya, maka dilaksanakanlah pembangunan tersebut yang berlokasi di Taman Raden Saleh , yang semula merupakan tempat kebun binatang Cikini dengan bantuan dana oleh GKBI (Gabungan Koperasi Batik Indonesia )

Pemancangan tiang pertama dilakukan langsung oleh Buung Karno pada 9 September 1964. Penanggung Jawab adalah Gurbernur DKI Jakarta sedangkan Ketua Tim Pengawas Pembangunan adalah Prof. Ir. Rooseno. 

Dari lomba perancagnan arsitekturnya maka terpilihlah karya Bapak Ir. Ismail Sofyan, Ir, Ciputra serta Ir. Brasali dari Perentjana Djaja. Untuk pembangunan Planetarium dibangun mulai dari segi fisik, pemasangan kubah Planetarium, Teleskop, dan alat pendingin , juga adanya alat simulasi atau proyektor dan elektroniknya.

Setelah pembangunan selesai 20 November 1968 (4 tahun) kemudian diresmikan oleh Bapak Ali Sadikin. Awal perancangan planetarium ini adalah empat lantai. Satu kubah planetarium yang terletak di tengahnya tergabung dengan bangunan silinder dibawahnya dan juga dikelilingi oleh bangunan luas. Bangunan Berkubah ini juga terdapat beberapa ruang seperti ruang untuk observatorium, ada ruang teater untuk pendidikan , perpustakaan, ruang peneropongan, dan juga tempat parkir yang luas. 

Pembangunan Planetarium sempat terhenti akibat peristiwa G30S/PKI sehinga GKBI(Gabungan Koperasi Batik Indonesia) tidak lagi memberi dana. Pada akhri 1967 pembangunan Planetarium Jakarta kembali dilanjutkan atas subsidi PBD Pemerintah DKI Jakarta.

Dari kalangan pemerhati Ilmu Astronomi keberadaan Gedung Planetarium dan Observatorium Jakarta ini telah berkiprah beberapa decade dan tercatat dalam sejarah dunia Astronomi dan hari kelahirannya ditetapkan pada tanggal 1 Maret 1969. Ditengah perjalanan waktu yang terus bergulir ,maka pada tahun 1984 status Planetarium Jakarta berubah menjadi Badan Pengelolah Planetarium dan Observatorium DKI Jakarta. 

Pada tahun 1966, Manajemen Planetarium dan Observatorium Jakarta merenovasi peralatan yang yang digunakan dan renovasi ini termasuk mengganti proyektor utama dengan yang lebih canggih dan dikendalikan oleh computer. Awalnya menggunakan Proyektor Universal diganti menjadi Proyektor Universal Model III; Material Layar Kubah diperbaharui dengan layar berdiameter lebih kecil (22 meter).; lantainya ditinggikan, dan semua tempat duduknya disusun mengarah ke selatan; dan jumlah tempat duduknya yang bermulai dari 500 kursi dikurangi menjadi 320 tempat duduk. 

Beberapa kisah Bumi dan Alam Semesta. Pada saat ini malam kota metropolitan Jakarta sudah lagi tidak begitu indah. Hal ini disebabkan karena kota Jakarta yang tercemar oleh lampu-lampu kota yang sangat terang, sehingga kota malam haripun terlihat seperti siang hari. Namun, jika pergi agak jauh seperti di Pelabuhan Ratu dan kota-kota kecil lainnya yang tidak dipadati dengan penduduk sehingga lampu-lampu yang terangnya masih terbatas maka dapat melihat pemandangan yang sangat indah dilangit. Kita dapat melihat beribu-ribu bintang yang sudah sejak zaman dulu dijadikan para nelayan sebagai petunjuk arah di laut. Bintang-bintang dilangit juga bisa djadikan sebagai pedoman bagi para petani untuk menentukan kapan mereka mulai menanam padi di sawah.

Planet-planet ini di juluki sebagai “si pengembara” , karena planet-planet yang disebut sebagai benda langit tampak berpindah-pindah di lautan bintang-bintang. Di alam semesta jagad raya kita ini terdapat benda langit antara lain  Matahari, Bumi, Bulan, Planet, Bintang, Meteor, Komet, dan sebagainya. Munculnya benda-beda langit ini menjadikan kita untuk mengenal dimensi waktu, yang selanjutnya penting untuk pengamatan fenomena alam secara umum.

Pertunjukan Planetarium menyajikan program dengan satu tema astronomi untuk mengungkap alam semesta. Pertunjukan ini di tujukan untuk mengenal dan mengkaji misteri di luar bumi. Planetarium ini nantinya akan memiliki  koleksi film yang akan diperlihatkan secara bergantian dan setiap film tersebut diputar dengan durasi 60 menit langsung dengan narasi dan latar suaranya (visual). Beberapa sajian cerita ilmiah itu dikemas dalam judul-judul acara berikut ini : 
  1.  Tata Surya , kita diajak untuk menjelajahi antarikasa , mengenal planet berserta satelit, dan anggota tata Tatasurya yang berada di ruang planet.
  2. Penjelajah Kecil Di Tatasurya diruang antar planet ada terdapat miliyaran komet, triliunan meteor dan jutaan asteroid. Mereka dikenal sebagai penjelajah tatasurya.
  3. Pembentukan Tatasurya. Berabad-abad kita sebagai manusia berusaha untuk memahami, melakukan peercobaan serta melahirkan berbagai teori dalam usahanya menyingkap tabir pembentukan Tatasurya.
  4. Planet Biru Bumi. Dimana manusia perlu proses untuk melalui dongeng, mitos secara teori. Bumi merupakan tempat yang unik dan nyaman sebagai tempat tinggal.
  5. Bulan Satelit Bumi. Sebagai pengiring Bumi yang dipandang indah sebagai pengring. Bagaimanakah keadaan sesungguhnya disana? Yukk!! Mari kKita Terbang Ke Bulan.      
  6. Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan. Adanya fenomena gerhana melahrikan berbagai mitos di masa lalu. 
  7.   Dari Ekuator Sampai ke Kutub. Pergerakan benda langit ternyata, berbeda penampakannya jika dilihat dari tiap lintang di Bumi. Panjang haripun menjadi berbeda-beda dari ekuator sampai ke kutub.
  8. Riwayat Hidup Bintang. Bintang juga mengalami perkembangan, mulai dari lahir, tumbuh besar, dan akhirnya mati.
  9.  Pembentukan Alam Semesta. Pada saat ini manusia masih berusaha untuk mengungkap misteri , bagaimana alam semesta bisa  terbentuk. 

Semua planet termasuk Bumi beredar mengelilingi Matahari pada lintasan orbitnya masing-masing. Bumi dan tujuh planet lainnya bersama Matahari membentuk satu tatanan yang selanjutnya dikenal sebagai Tata Surya. Merkurius, Bumi, Mars, Jupiter, Uranus dan Neptunus adalah nama-nama planet mulai yang terdekat sampai yang terjauh dari Matahari. 



Peneropongan Untuk Umum.





Planetarium dan Observatorium Jakarta selain ada ruang pertunjukan teater bintang juga memiliki tempat peneropongan benda langit atau tempat obersvasi disebut juga dengan istilah Observatorium. Biasanya tempat peneropongan ini digunakan untum mengamati benda-benda langit secara langsung memalui teleskop.  Pengamatan melalui teleskop kita dapat mengamati fenomena langit yang ada di Jakarta.

Planetarium dan Observatorium Jakarta memiliki 3 (tiga) tempat peneropongan untuk observasi visual dan fotografi Matahari, Bulan, Planet, Komet dan gugus bintang dan lain-lain. Selain itu juga memiliki 3(tiga) buah teleskop yang dapat dibawa kemana kita akan mengamati benda langit tersebut. 

Beruntunglah pada tahun 1609 ada  Galileo Galilei, seorang berkebangsaan Italia yang mempelopori pengamatan benda-benda langit dengan penemuannya berupa teleskop. Sejak saat itu pengetahuan manusia tentang jagad raya semakin bertambah.

Kegiatan peneropongan yang dilaksanakan oleh Planetarium Jakarta hanya diadakan pada bulan dan hari tertentu saja, misalnya pada malam hari dan kemungkinan dilaksanakan diluar jadwal yang sudah ada.
Alasan kenapa Gedung peneropongan Planetarium ini dibangun berbentuk kubah agar saat meneropong benda-benda langit peralatan tersebut dapat diputar keberbagai arah.

Keberadaan Perpustakaan yang juga menghimpun bahan-bahan tertulis mengenai Astronomi yang dirintis sejak Planetarium dan Observatorium Jakarta. Dalam perpustakaan terdapat lebih dari 4000 buah buku, majalah, juga terdapat beberapa piagam yang diberikan dari beberaapa sekolah, dan koleksi-koleksi lainnya.
Buku-buku yang ada di perpustakaan Planetarium ini diperoleh melalui langganan majalah atau pembelian buku-buku terbitan, dan juga diperoleh melalui bantuan atau sumbangan dari pihak lain seperti dari beberapa kedutaan. 

RUANG PAMERAN

 


Ingin lebih mengetahui Planetarium lebih jelas lagi maka tersedianya ruang pameran yang memuat gambar-gambar astronomi, model-model miniature wahana antariksa dnan san replikasi benda-benda langit , serta juga menampilkan film-film astronomi yang dapat memberikan ilmu pengetahuan mengenai benda-benda langit. Ruang pameran dapat dikunjungi oleh masyarakat sebelum pertunjukan Teater Bintang berlangsung, tanpa dipungut biaya.



Planetarium dan Observatorium Jakarta ini sanggat mengikuti perkembangan dan kurikulum yang ada setiap tahunnya bisa kita lihat contohnya saja pada kurikulum yang lama dulunya ada terdapat 9 (Sembilan) planet seperti , Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Pluto. Namun, sekarang planet Pluto sudah tidak dianggap planet lagi sejak 4 Agustus 2006 lalu, karena dalam definisinya kita tidak boleh memotong orbit planet lain. Pluto sendiri eksentrik karena memiliki orbit yang sangat lonjong bahkan titik terdekatnya dengan matahari berada di antara Uranus dan Neptunus, makanya tidak disebut sebagai planet (istilahnya planet kerdil). Ada juga yang mengatakan pluto buka sebagai planet karena ukurannya yang sangat kecil di bandingkan bulan. Pluto sendiri sekarang sudah menjadi bagian-bagian planet lainnya. 

Planetarium dan Observatorium ini juga memiliki perngertian tersendiri. Planetarium yang berarti sebuah gedung teater untuk memperagakan benda-benda di langit. Sedangkan Observatorium artinya secara praktis sebuah perlengkapan atau alat yang digunakan untuk melihat langit dan peristiwa yang berhubungan dengan ruang angkasa.

Bagi yang ingin menonton pertunjukan mengenai bintang , bulan dan ruang ankgasa cukup hanya dengan mengeluarkan uang dikocek sebesar Rp7.000,00 saja. Tak hanya sekedar menikmati kenyamanan dan keajaiban benda-benda langit tetapi juga mendapatkan segepok pengalaman dan kesan serta juga banyak mendapatkan ilmu pengetahuan di Planetarium dan Observatorium Jakarta ini.






 




Woensdag, 22 Mei 2013

Kekejaman Penjajah Jepang


Kekejaman Penjajah Jepang
Jepang telah membuat tiga buah lubang di Indonesia. Yang terpanjang sekali lubang ni ada di Biak, Irian Jaya sepanjang 14km tapi lubang dengan ukuran kecil dan harus merangkak untuk masuk kedalam. Kedua, ada di Dago, Bandung dengan panjang  39800 meter. Baru yang ada di Kota Bukittinggi. Jika Anda berlibur ke  Kota Bukittingi yang  dipenuhi dengan panorama yang indah serta  sejuknya udara disana. Tidak lengkap rasanya  jika Anda tidak menelusuri Lubang Jepang atau juga sering disebut dengan Goa Jepang yang terletak persis disamping Taman Panorama. Goa ini berdinding kan batu keras dengan panjang 6700 meter.Oleh karena itu gedung atau hotel yang berada di Bukittinggi bangunannya tidak ada  yang lebih dari tujuh tingkat.  Menurut cerita, goa dengan rongga setengah lingkaran ini dibangun untuk persiapan perang Asia Timur Raya.
Lorong masuknya yang dalam dan panjang dihiasi dengan lampu neon dari berbagai titik. Ada sekitar 128 anak tangga yang harus dilalui untuk turun kebawah. Kondisi Goa Jepang ini tertata dengan rapi. Saat berada di dalam, pengunjung tidak akan bisa membedakan pagi,siang, dan malam. Goa Jepang terbagi dalam beberapa kamar, mulai dari ruang amunisi, mini theater, dan lubang tempat senjata.
Jika ditelusuri lebih dalam lagi ada namanya ‘Mini Theater’ biasanya oleh PEMDA setempat menggunakan theater tersebut sebagai bioskop mini. Disana nanti diputarkan film documenter sejarah Goa Jepang. Tapi sayangnya ‘Mini Theater’ tersebut agak terlantar karena banyak sekali melakukan penggelapan dana. “Lubang senjata” atau dikenal dengan nama Letter ‘T’ , kalau masuk ke sebelah kanan maka akan tembus ke Jam Gadang. Masa ia pak? Tanya seorang bapak. “Pak kota Bukittinggi semuanya berada diatas lubang, panjang lubang itu 6700 meter”. Jawab pemandu wisata itu . Ada suatu keanehan dalam Goa Jpeang tersebut yaitu Lubang pelariannya. Dulunya penjajah jepang hanya memakai akar untuk naik turun ke lubang pelarian dikarenakan tidak adanya tangga.  Lubang plarian ini sangat berguna bagi Jepang jika mereka dikejar oleh-musuh-musuhnya maka akan menuju langsung ke lubang pelarian.
“ Kenapa lubang pelaria ini dibuat agak tinggi? Karena orang Jepang kan larinya cepat, kalau dikejar oleh sekutu seperti Amerika Serikat kepalanya akan tersangkut dilubang itu karena orang Amerika kan tubuhnya tinggi-tinggi, sedangkan orang Jepang tubuhnya pendek-pendek” ucap pemandu itu.
Goa Jepang berikutnya adalah ‘Penjara Bawah Tanah” dengan total panjang 48 meter, masih ada 6 meter lagi kesamping kiri. Penjara Bawah tanah ini sengaja ditutup dengan tanah untuk menjaga keselamatan para pengunjung karena berbahaya. Disana tidak  ada ventilasi udara. Tempat ini dulunya digunakan Jepang adalah sebagai tempat tawanan-tawanan perang mereka. Di Penjara Bawah Tanah itulah dulu seluruh para tawanan disiksa, dikuring, dipenjara di bawah tanah.  Merekea tidak dikasih makan dan minum secukupnya. Banyak tawanan-tawanan perang itu yang mati elaparan. Makanya bagi Jepang setelah ada yang mati, mayat-mayat itu bakal mereka bawa keluar dan lantas mayat itu akan mereka buang lagi ke tempat pembuangan mayat. berikutnya, sebelum Jepang berangkat meninggalkan Lubang Jepang ini pada tanggal 15 Agustus 1945, seluruh pekerja Indonesia dan romusa-romusa yang bekerja semua mereka kumpul beramai-ramau dan kemudian mereka ditembak oleh penjajah Jepang dengan gas beracun. Sampai detik sekarang ini kita tidak punya saksi hidup dalam Goa Jepang kecuali Jepang yang mengetahui hal tersebut.
Adanya lubang tipuan yang di gunakan oleh Jepang yang disebut dengan ‘Ruang Dapur’. Bagi Jepang sebenarnya dapur ini merupakan tempat penyiksaan dan dulu nseluruh tawanan-tawanan perang yang mereka tangkap itu tidak dikurung dalam penjara tetap dibunuh, dibakar, dan dibantai dalam dapur itu. Nanti satu per satu mayat itu dibuang ke tempat pembuangan mayat. dipojok bawah sebelah kiri dapur terdapat sebuah lubang yang panjang menuju sampai kesungai. Paling atas sebelah kiri terdapat namanya “Ruang Pengintaian”, duluya Penjajah Jepang untuk mencapai ruang pngintaian harus menggunakan tali dan harus merangkak untuk masuk kedalam.
“Apa sih yang mereka liat diatas itu?Mereka bakal melihat pesawat-pesawat musuh yang datang , jika sudah kelihatan pesawat musuh itu seluruh pintuh masuk ditutup dengan semak-semak. Kedua mereka melihat dan mengintai para penduduk dan petani kita yang mengawasi dari bawah” kata pemandu wisata itu.
Bisa juga kita lihat Goa Jepang yang memiliki beberapa misteri yang tidak bisa kita ketahui sampai sekarang ini.  Pertama, kemana tanah galian goa jepang itu dibuang oleh orang sana? Berapa banyak tanah yang di gali untuk membuat sebuah lubang jepang tersebut? Galian tanah tersebut bahakan bisa membuat sebuah bukit. Kedua, berapa jumlah manusia yang bekerja di dalam goa Jepang tersebut? Tidak bisa kita prediksi. Ketiga, bagaimana nasib arsitek lubang Jepang tersebut? Kenapa kita tidak bisa mengetahui arsitek lubang Jepang ini, karena arsitek lubang Jepang ini adalah seorang Jendral yang dikirim dari Jepang untuk Indonesia .


Perjuangan yang Belum Berakhir


Perjuangan yang Belum Berakhir
Yayasan Sayap Ibu  “Panti Penyantunan dan Rehabilitas Anak Cacat Ganda Terlantar”merupakan lembaga non profit da non Pemerintah  yang diresmikan pada tanggal 1 O ktober 2005, berkedudukan di daerah Provinsi Banten.
Yayasan Sayap Ibu (YSI) Cabang Provinsi Banten berinduk pada Yayasan Sayap Ibu Pusat, berolaksi di Yogyakarta yang telah berperan di masyarakat dalam menangani anak-anak baik balita maupun dewasa yang terlantar sejak 25 Mei 1955.
Terwujudnya perlindungan dan perawatan anak sejak dalam kandungan maupun sesudah dilahirkan, termasuk anak cacat ganda maupun majemuk secara terus menerus. Serta melaksanakan kesejahteraan anak dan penyandang cacat ganda terlantar maupun majemuk secara holistic, terpadu dan berkesinambungan dalam arti kata yang seluas-luasnya ini merupakan salah satu visi misi yang dibangun oleh Yayasan Sayap Ibu.
Beberapa kegiatan juga yang dilakukan oleh Yayasan Sayap Ibu, yaitu merawat sejumlah anak-anak yang mengalami cacat ganda yang ditelantarkan atau bahkan ditinggalkan oleh orang tuanya atau mungkin oleh sanak saudaranya . selain itu Yayasan Sayap Ibu bukan hanya merewat mereka tetapi juga memberikan bantuan kepada anak-anak cacat yang masih mempunyai orag tua atau keluarga yang merawatnya dalam kondisi kurang mampu/pra sejahtera. Bantuan yang diberikan antara lain memberikan pelatihan khusus sepeti  fisio terapi dan hydrotherapy dengan mengajak mereka berenang , jalan-jalan, mendengar atau mungkin bermain musik serta bernyanyi, kemudian juga ada pembuatan Jamkesmas, alat bantu, obat-obatan, tambahan nutrisi, dan biaya operasi apabila diperlukan.
Meskipun mereka keterbelakangan mental tetapi mereka juga pantas mendapatkan ilmu seperti “Pendidikan Luar Biasa” dengan motto “ Menggali Potensi yang ada dari Tingkat Kecacatan Anak”. Mereka di ajarkan menggambar dan mewarnai, bernyanyi dan  bermain musik,
Perlu juga untuk diketahui sebagian besar kelahiran cacat ini disebabkan oleh karena ketidaktahuan para Ibu dalam menjaga kandungannya. Yayasan Sayap Ibu memeberikan penyuluhan “ Deteksi dan Penanganan Dini Kecacatan Anak” kepada ibu-ibu usia produktif terutama dari keluarga pra sejahtera.
11 April 2013 khususnya UKM Sosial Rencang termasuk saya di dalamnya berkunjung ke Yayasan Sayap Ibu. Sesampainya disana dituntun oleh Ibu….. pertama yang saya dengar disana pertama adalah seorang anak laki-laki bernama Berty yang diserahkan ke Yayasan Sayap Ibu dari umur 1 ½ tahun (satu setengah tahun) dari Dinas Sosial Riau, menurut keterangan Berty sebenarnya memiliki keluarga. Ia salah satu dari 8 (delapan) bersaudara , memang orang tuanya tidak mampu merawat. Awalnya, orang tua dari Berty ingin menggugurkannya dari dalam kandungan,karena proses janin ini terlalu kuat akhirnya Berty lahir tetapi dalam keadaan cacat . Orang tua Berty  berasal dari keluarga yang sejahtera, mereka malu menerima Berty sebagai anaknya karena keterbelangakan mental yang didapat Berty.
 jadi mereka malu untuk merawat Berty maka dari itulah Berty diserahkan ke Dinas Sosial Riau. Berty memiliki penyakit ‘Hydrocepalus’ yang aritnya jenis penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan aliran cairan didalam otak. Gangguan tersebut menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak yang kemudian menekan didalam otak , karena tersendatnya cairan tersebut sehingga membuat kepalanya membesar.
‘Saat itu dokter mengatakan Berty kemungkinannya sangat kecil untuk disembuhkan.kalau dioperasipun resikonya pasti nanti tinggi jadi kita berupaya merawat Berty semampu kita aja di sini’ ucap oleh mba Nanin perawat Yayasan Sayap Ibu.
Mba Nanin menambahkan meskipun Berty memiliki penyakit berbahaya tetapi Ia tetap semangat, berusaha kuat, untuk tetap sehat, berat badannya juga untungnya masih bisa bertambah, makannya kuat . Keluhannya Berty sangat rentan, sering diserang penyakit yang lain juga, suka kejang, karena imunnya yang sangat kurang.
Tiap anak-anak yang tinggal di Yayasan Sayap Ibu memiliki Dokter tersendiri berdasarkan sakit yang mereka derit, seperti sakit flu atau demam biasanya di datangkan dokter setiap 2(dua) minggu sekali.
Bedanya Yayasan Sayap Ibu dengan yayasan lainnya kalau di lihat dari segi proses  rehabilitasnya Yayasan Sayap Ibu khusus merawat anak-anak yang cacat ganda yang terlantar yang tidak secara langsung diserahkan sama orang tuanya tapi resmi yang menyerahkannya adalah dari Dinas Sosial itu sendiri.
Mba Nanin yang berasal dari Majalengka ini tugasnya sehari-hari adalah merawat anak-anak cacat ganda dan Ia sudah menekuni pekerjaan ini 2 (dua) tahun lamanya. Mba Nanin merupakan anak Tunggal dari keluarganya.
Bagaimana dengan orang tua Anda? Apa mereka tidak melarang Anda untuk pekerjaan ini? “ Tidak, saya senang dengan pekerjaan ini , mungkin karena dari hati juga , sayang sama mereka, bisa melihat mereka sehat selalu, bisa bicara, bisa jalan jadi Tuhanpun membantu kita semua merawat mereka disini” jawabnya dengan tegas. Harapannya kedepan yaitu mereka bisa sehat selalu, panjang umur, dan banyak rejeki di tambahkan oleh mba Nanin.



Dinsdag, 19 Maart 2013

Sulit Berkonsentrari.. Sulit Terlelap..!!


Hanny Prista Yulia Sari
11140110051 / B

Sulit Berkonsentrasi.. Sulit Terlelap..!!
Nyamuk-nyamuk menyerangku. Membuatku menjadi gatal dan mengaruk-garuk seluruh badanku. Berhentilah ganggu kamarku. Aku marah dan sakit hati. Sudah cukup bunyi-bunyi bisingmu, gigit-gigit, sakitnya. Pergilah!!

Aku menempati kamar tidur berukuran 4x3 meter. Sebuah kamar dengan dinding bercatkan putih dan berlantai keramik. Dinding putih yang berhiaskan stiker natal santa Klaus, bergantungkan salib, dan kalender ‘PUREZENTO’. Dengan pintu kamar nomor delapan, kamar yang terletak diantara kamar nomor tujuh dan sembilan. Diterangi lampu bohlam 25 watt. Tempat tidur dengan kasur busa empuk di selimuti dengan selimut dengan warna hijau mudan dan bermotif keropi.  Terlipat dalam kadaan rapi terletak di atas kasur. Dua bantal dengan motif bergaris belang, satu bantal bermotif bunga.

Beragam bunyi yang terdengar saat berada didalam kamarku. Tok..tok..tok.. brakk.. dari yang kecil hingga hantaman besar terdengar nyaring di telinga. Benar seperti kata temanku. Kamar yang kurang tertatarapi dengan barang yang bertebaran dan tergeletak di mana-mana. Dari kasur, meja belajar dipnuhi dengan buku-buku pelajaran. Terkadang membuatku sulit untuk berkonsenterasi dan sulit tidur dengan kondisi kamar.

Meski suasana kamar yang hening dan sepi. Namun, kamarku memilii suasana yang sejuk , enak, dan nyaman bagiku. Apabila ingin duduk di lantai juga terasa nyaman, meski terasa dingin di malam hari. Kamar itu memang tidak terlalu besar ataupun mewah, akan tetapi layak untuk dipakai. Memiliki posisi yang cukup strategis.

Saat kamu masuk ke kamarku bagaimanakah keadaannya? Tanyaku.  ‘Biasa saja. Kamarmu berantakan, kacau seperti kapal pecah’ jawab temanku lagi bernama Ocha. Ia adalah temanku yang paling narsis. Selalu datang ke kostku dan bermain sambil memberi lelucon garingnya di kamarku yang berukuran tidak terlalu besar.

Ku terdiam di dalam kamar, sambil duduk di atas kursi besi bewarna hitam dan kuning. Tanpa melakukan apapun ku terus memandang sekeliling kamarku diiringi dengan barang-barang yang berantakan.
“Saat terasa lelah kamarlah yang paling nyaman tempat melepas lelah. Sembari di temani dengan bantal peluk dan juga boneka beruang bewarna pink dan besar” ucap temanku lagi bernama Sheila ketika masuk ke kamarku.

Temanku Billa juga menambahkan “Biasa saja. Sedikit kurang tertata. Untuk ukuran satu orang , segitu juga cukup.”